Kamis, 15 September 2011

Bingung Memilih Ruko yang Baik ? Ini Caranya!

          Dunia usaha saat ini berkembang pesat di Indonesia. Semua orang berlomba-lomba untuk membuka usaha sendiri. Dengan banyaknya orang yang ingin membuka usaha, maka banyak pula ruko-ruko yang bermunculan sebagai penyedia tempat usaha. Namun bagi Anda yang ingin membuka usaha dan ingin menyewa sebuah ruko sebagai tempat usaha, Anda juga harus jeli dalam membeli sebuah ruko yang baik, sehingga usaha Anda pun bisa ikut maju. Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan ruko yang baik sebagai tempat usaha Anda.

1. Tentukan dulu jenis usaha Anda, apakah berupa jasa yang berhubungan dengan banyak orang, ataukah sekedar kantor administratif, distributor, toko kelontong dan lain-lain.

2. Pilih lokasi yang tepat. Lokasi adalah hal yang sangat berpengaruh besar terhadap nilai awal (nilai pembelian-nilai perolehan) maupun nilai jual sekundernya (investasi). Misalnya, untuk kantor administratif tidak perlu di pinggir jalan utama, dan apabila untuk kantor distribusi atau jasa adalah suatu keharusan supaya mudah dijangkau banyak orang. Upayakan lokasi ruko untuk tempat usaha harus berada di lintasan para warga atau kendaraan umum berlalu lalang. Hindari lokasi yang tersembunyi di belakang kompleks, kecuali bila ruko itu untuk kantor. Sebaiknya di sekitar lokasi ruko terdapat fasilitas pendukung pendukung seperti supermarket, mal, perkantoran besar, rumah ibadah atau restoran favorit. Perhatikan pula kapasitas parkir yang tersedia, yang harus cukup luas untuk manuver kendaraan dan menampung kendaraan bermotor. Sulitnya memarkir kendaraan, bisa membuat konsumen segan mampir ke tempat usaha kita.

3. Aspek legal. Perhatikan surat-surat (SHM, HGB) dan perijinannya (IMB). Untuk HGB perhatikan kapan berakhirnya, karena penting untuk menentukan langkah selanjutnya.

4. Pilih yang harganya sesuai dengan anggaran Anda. Perhatikanlah harga pasaran tanah, biaya pembangunan, hitung kewajiban perpajakan (BBHTB, PPn), dan administrasi (Akte Jual Beli, Balik Nama). Anda bisa melakukan penawaran (ruko sekunder) atau meminta diskon khusus (ruko primer Baru).

5. Perhatikan lingkungan apakah bebas banjir, dan perhatikan juga kemudahan klien untuk mendatangi tempat usaha Anda.

6. Luas Ruang Usaha. Perhatikan lebar dan panjang unit ruko, cukup leluasakah untuk menampung kegiatan bisnis. Lebar ideal tempat usaha untuk menata interior dan melayani konsumen minimal lima meter. Sedangkan panjang ideal jangan kurang dari lima meter pula. Perhatikan pula bentuk ruangan, apakah persegi panjang atau bujur sangkar. Ini sangat berpengaruh pada penataan barang dagangan dan pergerakan pengunjung.

7. Fasilitas Keamanan. Aman dari risiko kriminalitas tidak bisa ditawar lagi. Pilihlah ruko yang menyediakan fasilitas pengamanan 24 jam, apakah itu dengan tenaga keamanan atau perlengkapan sistem keamanan bangunan (pagar, kunci, alarm, kamera CCTV) yang memadai.
Selain itu ruko biasanya dibangun berderet dalam satu model yang sama, agar biaya pengembangannya lebih efisien. Konsekuensi bangunan berderet adalah risiko terhadap bahaya kebakaran. Oleh sebab itu pastikan dulu kemudahan dan ketersediaan fasilitas untuk mendeteksi asap dan memadamkan api, baik di dalam maupun di luar ruko. (dari berbagai sumber)

Tips Membeli Ruko yang Tepat untuk Membuka Usaha

Bangunan komersial rumah toko alias ruko hampir selalu menyertai pengembangan setiap proyek properti, baik itu mall, superblok, perumahan, atau apartemen. Sebutan lainnya adalah rumah usaha.
          Bangunan yang juga berfungsi sebagai tempat tinggal pemilik atau penyewanya menampilkan gaya arsitektur yang selalu mengikuti gaya arsitektur hunian di sekitarnya. Misalnya gaya hunian yang dikembangkan adalah minimalis modern atau klasik mediterania, demikian juga gaya rukonya.
          Ruko juga menjadi bagian esensial dari pengembangan kawasan di daerah atau kota-kota satelit. Menjajar di jalan-jalan utama, ruko menawarkan bangunan untuk berlangsungnya berbagai macam bisnis, mulai dari sektor keuangan, otomotif, pendidikan, kuliner, pelayanan kesehatan, aparel, teknologi informasi, telekomunikasi, ritel, jasa, elektronik, perkantoran dan banyak lagi.
          Apapun yang terjadi, ruko selalu menjadi andalan pengembang dalam menjual propertinya dan menangguk untung. Hadirnya populasi baru dari proyek hunian yang dikembangkan, merupakan pasar yang lezat untuk berbagai jenis usaha yang berorientasi melayani kebutuhan manusia sehari-hari. Setiap populasi manusia tentu membutuhkan pelayanan kesehatan, pendidikan, makanan dan minuman, kebutuhan sehari-hari, jasa dan lain-lain. Ruko pun menjadi wadah untuk melampiaskan semangat kewirausahaan yang telah berkembang pesat beberapa tahun terakhir ini.
         Meskipun sebagai pelengkap perumahan atau kawasan hunian baru, ruko hampir selalu ludes terjual lebih dulu. Ruko dapat dijual lagi atau disewakan dengan harga yang lumayan mahal. Harga jualnya saja bisa dua kali lipat dari harga rumah di sekitarnya, atau lebih mahal lagi bila berada di lokasi premium.
         Namun untuk berburu ruko, tentu ada hal-hal yang mesti diperhatikan :
  • Belilah ruko langsung dari pengembangnya. Bila melalui perantara, waspadai beberapa oknum yang senang berspekulasi dan menjadikan Anda sebagai bagian dari permainan mereka. Calon pembeli sebaiknya langsung menghubungi bagian pemasaran dari pengembang yang bersangkutan.
  • Lakukan survey langsung ke lokasi, diskusikan dengan konsultan, kerabat atau teman yang paham betul seluk-beluk bisnis ruko dan investasi properti di lokasi yang diincar. Pilihlah ruko di kawasan atau sentra bisnis dengan pasar yang sudah terbentuk dan matang. Selain pertumbuhan bisnis di lokasi tersebut pesat, harga propertinya juga bisa melesat dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Selain itu biasanya pengembang sering mengadakan gathering untuk pembeli calon investor.
  • Hadirlah gathering ini dan rajinlah bertanya kepada siapapun yang hadir, termasuk sesama pembeli tentang alasan mereka membeli ruko. Tetaplah kritis dan berpikir jernih dengan segala informasi dari pengembang.
  • Jangan tergiur hanya karena melihat fakta ruko-ruko di tempat yang Anda incar laris semua. Belum tentu semua unit ruko tersebut berfungsi atau digunakan untuk bisnis. Bisa jadi ruko itu diborong oleh spekulan yang memburu keuntungan jangka pendek semata. Oleh sebab itu tingkat hunian atau penggunaan ruko secara nyata di lapangan mesti menjadi patokan.
  • Kawasan ruko yang terlalu luas juga patut dicurigai. Bisa jadi perkembangan harganya mandeg, karena ketersediaan ruko masih banyak. Tapi waspadai pula kompleks ruko yang terlalu kecil. Bila lahannya terlalu sempit, infrastruktur dan lapangan parkir juga terbatas. Kompleks ruko ini tidak ideal.
  • Bila Anda berkomunikasi dengan pembeli ruko untuk mendapatkan masukan, pastikan pembeli itu adalah pengguna, bukan spekulan.
Pengguna biasanya membeli ruko untuk manfaat jangka panjang, sehingga pertimbangan ketika membeli ruko lebih matang. Sedangkan spekulan hanyalah pemburu rente yang kepentingannya jangka pendek. Pertimbangannya tentu tidak sebaik pengguna. Ada kemungkinan, Anda bisa menjadi korban spekulasi mereka.
Pilihlah dan belilah ruko dengan kritis dan tenang. Bandingkan harga ruko sekelas sebelum membeli untuk mengetahui harganya rasional atau tidak. Tanyalah broker terpercaya untuk mengetahui pasaran harga ruko disekitarnya. Lakukan terus cek dan recek berkenaan dengan lokasi, kualitas bangunan, reputasi pengembang, tingkat hunian atau penggunaan ruko, dan sebagainya, agar minim risiko di kemudian hari.