Bangunan komersial rumah toko alias ruko hampir selalu menyertai pengembangan setiap proyek properti, baik itu mall, superblok, perumahan, atau apartemen. Sebutan lainnya adalah rumah usaha.
Bangunan yang juga berfungsi sebagai tempat tinggal pemilik atau penyewanya menampilkan gaya arsitektur yang selalu mengikuti gaya arsitektur hunian di sekitarnya. Misalnya gaya hunian yang dikembangkan adalah minimalis modern atau klasik mediterania, demikian juga gaya rukonya.
Ruko juga menjadi bagian esensial dari pengembangan kawasan di daerah atau kota-kota satelit. Menjajar di jalan-jalan utama, ruko menawarkan bangunan untuk berlangsungnya berbagai macam bisnis, mulai dari sektor keuangan, otomotif, pendidikan, kuliner, pelayanan kesehatan, aparel, teknologi informasi, telekomunikasi, ritel, jasa, elektronik, perkantoran dan banyak lagi.
Apapun yang terjadi, ruko selalu menjadi andalan pengembang dalam menjual propertinya dan menangguk untung. Hadirnya populasi baru dari proyek hunian yang dikembangkan, merupakan pasar yang lezat untuk berbagai jenis usaha yang berorientasi melayani kebutuhan manusia sehari-hari. Setiap populasi manusia tentu membutuhkan pelayanan kesehatan, pendidikan, makanan dan minuman, kebutuhan sehari-hari, jasa dan lain-lain. Ruko pun menjadi wadah untuk melampiaskan semangat kewirausahaan yang telah berkembang pesat beberapa tahun terakhir ini.
Meskipun sebagai pelengkap perumahan atau kawasan hunian baru, ruko hampir selalu ludes terjual lebih dulu. Ruko dapat dijual lagi atau disewakan dengan harga yang lumayan mahal. Harga jualnya saja bisa dua kali lipat dari harga rumah di sekitarnya, atau lebih mahal lagi bila berada di lokasi premium.
Namun untuk berburu ruko, tentu ada hal-hal yang mesti diperhatikan :
- Belilah ruko langsung dari pengembangnya. Bila melalui perantara, waspadai beberapa oknum yang senang berspekulasi dan menjadikan Anda sebagai bagian dari permainan mereka. Calon pembeli sebaiknya langsung menghubungi bagian pemasaran dari pengembang yang bersangkutan.
- Lakukan survey langsung ke lokasi, diskusikan dengan konsultan, kerabat atau teman yang paham betul seluk-beluk bisnis ruko dan investasi properti di lokasi yang diincar. Pilihlah ruko di kawasan atau sentra bisnis dengan pasar yang sudah terbentuk dan matang. Selain pertumbuhan bisnis di lokasi tersebut pesat, harga propertinya juga bisa melesat dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Selain itu biasanya pengembang sering mengadakan gathering untuk pembeli calon investor.
- Hadirlah gathering ini dan rajinlah bertanya kepada siapapun yang hadir, termasuk sesama pembeli tentang alasan mereka membeli ruko. Tetaplah kritis dan berpikir jernih dengan segala informasi dari pengembang.
- Jangan tergiur hanya karena melihat fakta ruko-ruko di tempat yang Anda incar laris semua. Belum tentu semua unit ruko tersebut berfungsi atau digunakan untuk bisnis. Bisa jadi ruko itu diborong oleh spekulan yang memburu keuntungan jangka pendek semata. Oleh sebab itu tingkat hunian atau penggunaan ruko secara nyata di lapangan mesti menjadi patokan.
- Kawasan ruko yang terlalu luas juga patut dicurigai. Bisa jadi perkembangan harganya mandeg, karena ketersediaan ruko masih banyak. Tapi waspadai pula kompleks ruko yang terlalu kecil. Bila lahannya terlalu sempit, infrastruktur dan lapangan parkir juga terbatas. Kompleks ruko ini tidak ideal.
- Bila Anda berkomunikasi dengan pembeli ruko untuk mendapatkan masukan, pastikan pembeli itu adalah pengguna, bukan spekulan.
Pengguna biasanya membeli ruko untuk manfaat jangka panjang, sehingga pertimbangan ketika membeli ruko lebih matang. Sedangkan spekulan hanyalah pemburu rente yang kepentingannya jangka pendek. Pertimbangannya tentu tidak sebaik pengguna. Ada kemungkinan, Anda bisa menjadi korban spekulasi mereka.
Pilihlah dan belilah ruko dengan kritis dan tenang. Bandingkan harga ruko sekelas sebelum membeli untuk mengetahui harganya rasional atau tidak. Tanyalah broker terpercaya untuk mengetahui pasaran harga ruko disekitarnya. Lakukan terus cek dan recek berkenaan dengan lokasi, kualitas bangunan, reputasi pengembang, tingkat hunian atau penggunaan ruko, dan sebagainya, agar minim risiko di kemudian hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar